Newsroom.co.id, Bontang – Pelantikan ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bontang juga dibarengi instruksi tegas untuk memangkas birokrasi yang tidak perlu dan mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik. Pesan ini menjadi salah satu penekanan utama Wali Kota Neni Moerniaeni.
Ia menyebut tantangan pemerintahan saat ini tidak dapat dijawab dengan pola kerja lama. Aparatur, menurutnya, harus mampu menciptakan terobosan, mempercepat proses kerja, serta menghadirkan kemudahan layanan bagi masyarakat.
Pun dirinya meminta pejabat yang baru dilantik tidak terjebak dalam rutinitas administratif yang lamban. Sebaliknya, setiap unit kerja didorong mengevaluasi proses kerja agar lebih sederhana, efisien, dan berdampak.
Dalam arahannya, Neni secara khusus meminta birokrasi berbelit dipangkas, sementara anggaran harus difokuskan hanya pada program yang memiliki daya ungkit tinggi bagi pembangunan daerah.
“Saya minta pangkas prosedur yang tidak perlu. Jangan biarkan masyarakat berhadapan dengan pelayanan yang rumit. Justru saudara harus menciptakan inovasi yang mempermudah,” ujarnya di tengah-tengah pelantikan, Selasa, (21/4/2026).
Ia menilai kondisi keterbatasan yang dihadapi pemerintah tidak boleh dijadikan alasan menurunkan kualitas pelayanan. Sebaliknya, keterbatasan justru harus menjadi ruang menunjukkan kapasitas kepemimpinan dan kreativitas aparatur.
Selain inovasi, percepatan pencapaian target program juga menjadi perhatian. Seluruh pejabat diminta melakukan akselerasi sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing agar agenda pembangunan tidak mengalami perlambatan.
“Jangan menunggu nyaman baru bekerja. Justru di situ kemampuan pejabat diuji. Dalam kondisi terbatas, inovasi harus muncul, solusi harus lahir, pelayanan harus tetap prima,” katanya.
Melalui penekanan itu, pelantikan kali ini sekaligus dibingkai sebagai bagian dari dorongan reformasi birokrasi di Bontang, dengan orientasi pemerintahan yang lebih lincah, efektif, dan responsif. (Adv/Rhae)











