Newsroom.co.id, Luwu Utara – Keterbatasan akses internet dan letak geografis yang terpencil tidak menjadi penghalang bagi dunia pendidikan untuk terus berinovasi. Hal itu dibuktikan oleh UPT SDN 082 Lodang, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Untuk pertama kalinya, pelaksanaan Asesmen Akhir Semester (AAS) di Kecamatan Seko menggunakan perangkat digital berupa komputer dan telepon pintar (HP). Ujian berbasis elektronik tersebut memanfaatkan aplikasi Computer Based Test (CBT) Offline Mandiri.
Berbeda dengan sistem ujian digital di perkotaan yang umumnya membutuhkan server, jaringan WiFi, dan koneksi internet yang stabil, aplikasi CBT Ofline Mandiri ini dapat beroperasi secara penuh tanpa kuota internet dan maupun sinyal.
Kepala UPT SDN 082 Lodang, Imran Ngarak, mengatakan bahwa aplikasi yang digunakan dikembangkan secara khusus agar dapat menjawab tantangan keterbatasan infrastruktur teknologi di daerahnya.
“Aplikasi yang digunakan dikembangkan secara khusus menyesuaikan kondisi daerah kami,” ujar Imran.
Menurutnya, penerapan sistem ujian digital tersebut tidak hanya mempermudah evaluasi pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan literasi digital peserta didik.
“Siswa tidak hanya mengikuti ujian, tetapi juga belajar memanfaatkan teknologi secara positif sehingga kemampuan literasi digital mereka terus berkembang,” tambahnya.
Selain mendukung proses pembelajaran yang lebih modern, pelaksanaan ujian berbasis digital ini juga memberikan manfaat dari sisi efisiensi. Penggunaan kertas dapat ditekan secara signifikan sehingga lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. (Red)











