Newsroom.co.id, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 145 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional dalam upaya memperkuat akselerasi kinerja pemerintahan.
Pelantikan yang digelar di Auditorium 3 Dimensi ini, Selasa (21/4/2026) disebut menjadi bagian dari strategi penataan birokrasi untuk mempercepat capaian program pembangunan dan meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan rotasi dan mutasi kali ini bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bagian dari penyegaran organisasi agar roda pemerintahan bergerak lebih cepat. Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan birokrasi yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada hasil.
Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 52 orang merupakan pejabat administrator, 84 pejabat pengawas, dan sembilan pejabat fungsional. Komposisi itu dinilai menjadi kekuatan baru untuk menopang percepatan pelaksanaan program strategis pemerintah daerah.
Ia mengatakan seluruh pejabat yang baru dilantik harus segera beradaptasi dengan tugas barunya. Ia tidak ingin ada jeda yang menghambat pelayanan maupun pelaksanaan program akibat proses transisi pascapelantikan.
“Pelantikan ini bukan seremonial. Ini bagian dari percepatan kerja pemerintah. Saya ingin pejabat yang dilantik langsung bergerak, langsung menyesuaikan, dan memastikan target-target pembangunan berjalan sesuai jadwal,” kata dia.
Ia menekankan visi pembangunan Bontang 2025-2029 harus menjadi pijakan seluruh perangkat daerah. Menurutnya, target mewujudkan Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan tidak mungkin tercapai jika birokrasi berjalan lambat.
Selain percepatan program, pelantikan ini juga diarahkan untuk memperkuat dukungan Bontang sebagai daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN). Neni menyebut kesiapan sumber daya aparatur menjadi salah satu faktor penting agar daerah mampu menangkap peluang strategis dari kedekatan dengan IKN.
“Kita harus bergerak dengan ritme yang lebih cepat. Bontang tidak boleh tertinggal. Saya minta seluruh pejabat baru menjadikan jabatan ini sebagai tanggung jawab untuk memperkuat daya saing daerah,” ujarnya.
Melalui penataan pejabat ini, Pemkot Bontang berharap akselerasi pembangunan, efektivitas birokrasi, dan kualitas layanan publik dapat berjalan lebih optimal seiring target pembangunan daerah yang terus dikejar dalam lima tahun mendatang. (Adv/Rhae)











