BeritaBontangHeadlineKaltim

DKP3 Bontang Dorong Gerakan 1.000 Kolam, Perikanan Berbasis RT jadi Prioritas

×

DKP3 Bontang Dorong Gerakan 1.000 Kolam, Perikanan Berbasis RT jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem. (Rhae/Newsroom.co.id)

Newsroom.co.id, Bontang – DKP3 Bontang menggagas Gerakan 1.000 Kolam sebagai upaya memperkuat sektor perikanan berbasis masyarakat. Program ini dirancang untuk menjangkau tingkat RT sebagai unit terkecil dalam struktur sosial. Dengan pendekatan ini, diharapkan produksi ikan tidak hanya terpusat, tetapi menyebar merata.

Kepala DKP3, Ahmad Aznem, menjelaskan bahwa setiap RT ditargetkan memiliki minimal dua kolam ikan yang aktif. Target ini dinilai realistis dengan dukungan pendampingan dan partisipasi masyarakat. Selain itu, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi ikan lokal sekaligus konsumsi protein masyarakat. Dengan ketersediaan ikan yang lebih mudah diakses, kualitas gizi masyarakat juga akan meningkat. Dampak lainnya adalah penguatan ekonomi berbasis rumah tangga.

Pelaksanaan program akan disinergikan dengan kegiatan lain seperti pertanian dan Gembira RT. Integrasi ini penting agar program tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dalam satu sistem. Dengan demikian, hasilnya bisa lebih optimal.

Kelompok perikanan yang sudah ada juga akan terus dibina agar menjadi motor penggerak di masing-masing wilayah. Pembinaan ini mencakup aspek teknis, manajemen, hingga pemasaran hasil budidaya. Keberlanjutan program menjadi perhatian utama.

“Target kita minimal setiap RT punya kolam, jadi nanti ada gerakan 1.000 kolam di Bontang,” ungkapnya, Jumat (24/4/2026).

Pendampingan teknis akan diberikan secara intensif kepada masyarakat, termasuk dalam pengelolaan kualitas air, pakan, hingga panen. Hal ini penting agar hasil budidaya maksimal dan tidak mengalami kegagalan.

DKP3 juga akan memastikan program ini berjalan efektif melalui monitoring berkala dan evaluasi lapangan. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan.

“Perikanan harus benar-benar hidup di tengah masyarakat, bukan hanya program di atas kertas,” tutupnya. (Adv/Rhae)