Newsroom.co.id, Bontang – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyebut aparatur sipil negara merupakan jantung pemerintahan yang menentukan kuat atau lemahnya sistem pelayanan publik. Hal itu disampaikannya saat melantik 145 pejabat di lingkungan Pemkot Bontang.
Analogi tersebut digunakan Neni untuk menegaskan pentingnya kapasitas aparatur dan soliditas organisasi. Menurutnya, jika kekuatan birokrasi terjaga, maka seluruh sistem pemerintahan dapat berjalan baik.
Ia menilai tantangan pembangunan tidak bisa dijawab secara individual. Karena itu, pejabat baru diminta membangun kolaborasi, menjaga kekompakan, dan memperkuat sinergi lintas perangkat daerah.
Menurut Neni, soliditas birokrasi merupakan modal utama untuk memastikan kebijakan dapat berjalan efektif, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.
“ASN adalah jantung pemerintahan. Kalau jantung ini kuat, sistem akan berjalan baik. Karena itu saya minta kekompakan dijaga, kolaborasi diperkuat, jangan berjalan sendiri-sendiri,” katanya, Selasa (21/4/2026).
Ia juga mengingatkan pejabat administrator, pengawas, maupun fungsional memiliki peran saling terhubung. Tidak ada posisi yang bekerja sendiri, sebab seluruh struktur merupakan satu sistem yang saling menopang.
Dalam konteks itu, ia meminta seluruh pejabat menghindari ego sektoral yang berpotensi menghambat koordinasi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan hanya bisa dicapai melalui kerja kolektif.
“Bangun soliditas. Jangan ada sekat-sekat yang justru memperlambat kerja pemerintah. Saya ingin seluruh perangkat daerah bergerak dalam irama yang sama,” tegasnya.
Pesan itu memperlihatkan pelantikan kali ini tak hanya berbicara penempatan jabatan, tetapi juga penguatan kohesi organisasi agar birokrasi Pemkot Bontang berjalan semakin solid. (Adv/Rhae)











