BeritaBontangHeadlineKaltim

DPRD Bontang Dorong Tenaga Ahli Ke Jepang, Welder dan Scaffolding di Butuhkan

×

DPRD Bontang Dorong Tenaga Ahli Ke Jepang, Welder dan Scaffolding di Butuhkan

Sebarkan artikel ini
DPRD Bontang Dorong Tengah Ahli Ke Jepang, Welder dan Scaffolding di Butuhkan

NEWSROOM.CO.ID, BONTANG – Kesempatan kerja di jepang kini terbuka luas bagi warga Bontang, Anggota DPRD kota Bontang, Muhammad Irfan memperkenalkan skema baru dengan membuka jalur pemagangan dan jalur tenaga ahli yang telah memiliki sertifikat kompetensi.

Menurutnya, sertifikat khususnya seperti welder dan scaffolding menjadi dasar kuat untuk siap diberangkatkan melalui jalur tenaga ahli.

Sementara yang belum memiliki sertifikat, skema pemagangan juga telah disediakan bagi masyarakat yang tidak memiliki sertifikat keahlian.

“Yang kita siapkan bukan cuman magang, tetapi juga yang punya keahlian. Jadi yang tidak punya sertifikat kita siapkan pemagangan dan yang punya sertifikat masuk sebagai tenaga ahli,” ujarnya baru baru ini.

Ia menyebut, saat ini kebutuhan terbesar perusahaan di jepang adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang welder dan scaffolding. Karena itu peserta hanya akan dibekali bahasa jepang sebagai syarat bagi perusahaan.

Dalam proses tersebut setiap peserta akan menjalani pembekalan maksimal enam bulan dan akan belajar di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah bekerja sama dengan perusahaan yang ada di negara sakura tersebut.

Selama proses pengajaran di LPK, para peserta akan diajarkan bahasa, budaya dan akan difasilitasi sertifikat bagi peserta yang tidak memiliki sertifikat keahlian.

“Para peserta yang telah memiliki keahlian, mereka akan dibekali bahasa, budaya dan sertifikat keahlian. Walaupun dijepang yang sangat dibutuhkan itu keahlian tapi dengan adanya sertifikat dapat menjadi pegangan bahwa peserta memiliki keahlian,” katanya

Irfan menyebut bahwa formula ini merupakan inovasi baru dalam penempatan tenaga kerja ke Jepang yang belum pernah dilakukan di Indonesia.

“Bukan saja di Kalimantan Timur, tapi ini juga pertama kami adakan di Indonesia, sementara untuk di Bontang. Saya akan coba formulasikan itu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenangan Kerjaan (Disnaker) Bontang, Takdir Mannang, mengatakan, program ini jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Ia menyebut program yang dilakukan oleh Disnaker di tahun-tahun sebelumnya hanya dapat memberangkatkan dua orang.

“Di tahun-tahun yang lalu kita hanya dapat memberangkatkan dua orang, sementara ini peluang yang terbuka meningkatkan sangat signifikan bahkan hingga 200 orang,” ungkapnya.

Takdir menilai pengalaman Muhammad Irfan dalam program pemagangan menjadi faktor untuk membuka peluang yang dapat memberi banyak peluang bagi masyarakat kota Bontang.

“Kami berharap, adik-adik bisa mengikuti jejak beliau, karena bagi kami beliau sukses menjalani program pemagangan ke jepang. Dan ini kali pertama Bontang mendapatkan peluang sebesar ini,” tutupnya. (Adv)