BeritaHeadlineKaltimKukar

DP2KB Kukar Perkuat Pencegahan Stunting dari Hulu, Andalkan Pemetaan Data SIGA

×

DP2KB Kukar Perkuat Pencegahan Stunting dari Hulu, Andalkan Pemetaan Data SIGA

Sebarkan artikel ini
Kepala DP2KB Kukar, Maman Setiawan (ist)

NEWSROOM.CO.ID, KUKAR – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya dilakukan melalui penanganan kesehatan, tetapi juga diperkuat dari sisi pencegahan. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar memanfaatkan pemetaan data keluarga melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA) untuk mengidentifikasi keluarga yang berisiko stunting dan memastikan intervensi program lebih tepat sasaran.

Sistem data terpadu ini menyajikan indikator riil kondisi ketahanan keluarga, mulai dari kelayakan sanitasi hingga pemenuhan kecukupan gizi di tingkat rumah tangga.

Kepala DP2KB Kukar, Maman Setiawan, menjelaskan bahwa pemetaan data keluarga berisiko stunting sangat penting agar intervensi program di lapangan berjalan tepat sasaran, terutama untuk kawasan-kawasan terpencil di wilayah hulu Kukar.

“Untuk data keluarga yang berisiko stunting semua terekam jelas di sistem SIGA kita. Faktor risikonya meliputi ketersediaan sarana sanitasi di rumah tangga hingga pemenuhan gizi keluarga. Wilayah dengan perhatian khusus sejauh ini berada di kawasan hulu,” kata Maman Setiawan belum lama ini.

Maman mengungkapkan, selain menyediakan fasilitas pelayanan alat kontrasepsi gratis dari alokasi DAK, DP2KB Kukar rutin menggelar edukasi perencanaan keluarga yang menyasar pasangan muda.

Salah satu inovasi jemput bola yang digulirkan adalah program “Pojok Kencana” yang hadir sebulan sekali di area Car Free Day (CFD) Tenggarong sebagai ruang konsultasi gratis bagi pasangan baru dan anak muda.

“Melalui Pojok Kencana di CFD, teman-teman muda atau pasangan baru bisa berkonsultasi langsung tentang perencanaan keluarga. Kita ingin edukasi ini sampai, sehingga tidak ada lagi pernikahan yang tanpa perencanaan matang,” tambahnya.

Melalui sinergi pemutakhiran data SIGA, edukasi publik masif, dan pelayanan kontrasepsi gratis di fasilitas kesehatan, DP2KB Kukar optimistis mampu menekan potensi risiko lahirnya anak stunting baru sekaligus menjaga Total Fertility Rate (TFR) daerah berada di tingkat ideal. (NR)