BeritaBontangHeadlineKaltim

Inflasi Ditekan dari Rumah, Program Tanam Cabai Kian Digencarkan

×

Inflasi Ditekan dari Rumah, Program Tanam Cabai Kian Digencarkan

Sebarkan artikel ini
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem

Newsroom.co.id, Bontang – DKP3 Bontang mengintensifkan program Gerakan Menanam Cabai Rawit atau Gembira RT sebagai langkah konkret menghadapi tekanan inflasi di tingkat rumah tangga. Program ini dirancang sederhana namun berdampak langsung karena menyasar kebutuhan pokok yang sering mengalami fluktuasi harga. Dengan pendekatan berbasis keluarga, gerakan ini diharapkan menjadi solusi praktis.

Kepala DKP3, Ahmad Aznem, mengatakan cabai merupakan salah satu komoditas strategis yang kerap memicu lonjakan inflasi. Harga cabai yang tidak stabil seringkali menjadi beban bagi masyarakat, terutama dalam kondisi ekonomi yang dinamis. Karena itu, produksi mandiri menjadi langkah yang dinilai paling realistis.

Program ini telah dijalankan di 15 kelurahan di Bontang dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Setiap wilayah didorong untuk mengembangkan pola tanam mandiri sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing. Pendekatan ini membuat program lebih fleksibel dan mudah diterapkan.

Melalui program ini, masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah yang selama ini belum dimaksimalkan. Dengan menanam cabai sendiri, kebutuhan harian dapat dipenuhi tanpa harus bergantung pada harga pasar. Hal ini sekaligus menjadi bentuk ketahanan pangan skala mikro.

Selain cabai, masyarakat juga diarahkan menanam komoditas lain seperti sayuran dan tanaman pangan ringan. Tujuannya untuk memperkuat sistem pangan keluarga agar lebih beragam dan berkelanjutan. Dengan begitu, manfaat program tidak hanya terbatas pada satu komoditas.

“Kalau tiap rumah punya cabai sendiri, tidak perlu panik saat harga naik,” kata dia, Jumat (24/4/2026).

Program ini juga akan terus diperkuat melalui pendampingan teknis dan distribusi bibit kepada masyarakat. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan program berjalan efektif dan memberikan hasil nyata. Peran penyuluh menjadi penting dalam mendampingi masyarakat.

Integrasi dengan sektor lain juga mulai dilakukan, termasuk dengan program perikanan dan peternakan. Hal ini untuk menciptakan ekosistem pangan rumah tangga yang lebih lengkap dan berkelanjutan.

“Gembira RT ini menjadi fondasi dalam membangun kemandirian pangan masyarakat,” tutupnya. (Adv/Rhae)