Newsroom.co.id, Bontang – Jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Bontang mengalami penurunan signifikan pada tahun 2025. Berdasarkan data Pusdalops BPBD, hanya terdapat delapan kejadian yang tercatat sepanjang tahun tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, menyebut penurunan ini menjadi indikasi bahwa upaya pencegahan mulai menunjukkan hasil. Dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 40 kasus, angka ini turun drastis.
“Penurunan ini cukup signifikan, dari 40 kejadian di 2024 menjadi hanya 8 kejadian di 2025,” jelasnga, Rabu (8/4/2026).
Meski demikian, wilayah Bontang Lestari masih menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian. Beberapa kejadian karhutla pada 2025 masih terjadi di kawasan tersebut.
Selain itu, wilayah lain seperti Api-api, Belimbing, Gunung Elai, dan Satimpo juga tercatat mengalami kejadian kebakaran. Namun frekuensinya jauh lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
BPBD menilai keberhasilan ini tidak lepas dari peningkatan patroli, sosialisasi kepada masyarakat, serta kesiapsiagaan tim di lapangan. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga dinilai turut berperan penting.
Faktor cuaca yang lebih bersahabat dibanding tahun sebelumnya juga ikut membantu menekan potensi kebakaran. Meski demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga.
“Walaupun menurun, kami tetap siaga karena potensi karhutla tetap ada, terutama saat musim kemarau,” tegasnya.
BPBD Bontang memastikan akan terus memperkuat langkah pencegahan agar kejadian karhutla dapat ditekan seminimal mungkin di tahun-tahun mendatang. (Adv/Rhae)











