NEWSROOM.CO.ID, BONTANG – Anggota DPRD Bontang, Heri Keswanto melontarkan kritik keras kepada Pemerintah Kota Bontang saat rapat Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Ia menilai pemerintah tidak konsisten dalam menyikapi usulan perubahan tata ruang yang diajukan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).
Menurut Heri, pada pembahasan sebelumnya Dinas PUPR secara tegas menyatakan usulan tersebut tidak dapat dimasukkan ke dalam RTRW karena tidak tercantum dalam kajian akademik. Namun, pada rapat terbaru pemerintah justru membuka ruang agar usulan itu masuk dalam pembahasan.
“Saya ingat betul pernyataan itu. Dulu pemerintah mengatakan tidak bisa karena tidak masuk kajian akademik. Sekarang justru berbalik arah. Ada apa?,” tegasnya, Senin (27/07/2026).
Ia mempertanyakan dasar perubahan sikap tersebut, mengingat hingga kini pemerintah belum menunjukkan kajian maupun data pembanding yang disusun sendiri.
Menurutnya, pembahasan RTRW tidak layak hanya berpatokan pada masterplan dan kajian milik perusahaan.
“Sampai hari ini saya belum melihat masterplan Kota Bontang. Yang ada justru kita diminta melihat masterplan perusahaan. Lalu kajian pemerintah sendiri mana?,” katanya.
Heri mengaku belum bisa menyetujui perubahan RTRW apabila pemerintah belum memiliki dokumen perencanaan yang komprehensif.
Ia mengingatkan, keputusan yang diambil tanpa dasar kajian yang kuat berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Ia bahkan meminta seluruh keberatannya dicatat dalam notulen rapat sebagai bentuk pengingat apabila suatu saat muncul gugatan atau proses hukum terhadap kebijakan tersebut.
“Saya tidak menuduh siapa pun. Tapi saya berhak curiga ketika pemerintah berubah sikap tanpa disertai kajian yang jelas. Jangan sampai kita semua dipanggil lagi bertahun-tahun kemudian karena keputusan yang diambil hari ini,” ujarnya.
Heri menegaskan, kritiknya bukan untuk menghambat pembahasan RTRW, melainkan memastikan setiap keputusan memiliki dasar ilmiah, hukum, dan kepentingan publik yang kuat. (Adv)











