BeritaHeadlineLuwu UtaraRagamSulsel

Dongkrak Kunjungan Wisatawan Luar Daerah, Disporapar Luwu Utara Gagas Pengembangan Ekowisata

×

Dongkrak Kunjungan Wisatawan Luar Daerah, Disporapar Luwu Utara Gagas Pengembangan Ekowisata

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Newsroom.co.id, Luwu Utara — Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Luwu Utara menggagas sebuah terobosan baru dalam upaya untuk menggeliatkan sektor pariwisata daerah.

Saat ini, Disporapar kini tengah merancang pengembangan konsep ekowisata (tourism berbasis lingkungan) yang mengandalkan pesona dan keunikan hewan-hewan endemik asli Luwu Utara.

Langkah strategis ini diambil bukan tanpa alasan. Luwu Utara dikenal sebagai salah satu wilayah yang menjadi habitat berbagai fauna langka yang tak dapat ditemukan di belahan dunia lain.

Potensi inilah yang kemudian dibidik oleh pemerintah daerah melalui Disporapar untuk dijadikan sebagai magnet baru bagi para pelancong (wisatawan), baik domestik maupun mancanegara.

Plt. Kepala Disporapar, Saleh, mengatakan bahwa kehadiran satwa endemik, seperti Anoa hingga berbagai spesies kucing dan burung eksotis di kawasan hutan Luwu Utara bakal menjadi magnet untuk menarik para wisatawan, utamanya dari luar daerah.

Kehadiran satwa endemik ini, kata Saleh, akan menjadi magnet yang sangat kuat, karena memiliki nilai jual yang tinggi ketika dikelola secara konseptual melalui prinsip konservasi yang tepat.

“Luwu Utara ini ibarat laboratorium alam yang lengkap. Kita punya satwa endemik yang tidak ada di daerah lain,” ungkap Saleh dalam pertemuan dengan para PKH serta pelaku ekowisata, Sabtu (16/5/2026), di Teras Adira, Masamba.

Melalui konsep ekowisata ini, kata dia, maka kelestarian hewan endemik di Luwu Utara ini makin terjaga, termasuk juga terbukanya peluang ekonomi baru bagi daerah dan masyarakat lokal.

Dengan pelibatan masyarakat setempat sebagai pemandu wisata, termasuk pelaku UMKM, maka
perputaran ekonomi diharapkan dapat langsung dirasakan warga di sekitar kawasan ekowisata.

“Sebenarnya tujuan utama dari gagasan ekowisata ini ialah memberikan dampak signifikan pada peningkatan jumlah wisatawan yang masuk ke Luwu Utara,” terang Plt. Kadisporapar, Saleh.

Saat ini, kata dia, tren pariwisata dunia mulai bergeser ke arah wisata hijau. Di mana wisatawan rela merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan pengalaman autentik menyatu dengan alam dan satwa endemik lainnya.

Ini yang coba digagas Disporapar dengan mengajak pelaku dan penyedia ekowisata agar bersama-sama menghadirkan wisata hijau di Luwu Utara, sebagai upaya menambah kekayaan khazanah pariwisata di daerah berjuluk Bumi La Maranginang tersebut.

Dalam rangka mendukung suksesnya program ini, Disporapar tengah mempersiapkan beberapa langkah strategis nan taktis. Salah satunya, mengidentifikasi beberapa wilayah konservasi dengan pelibatan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Dinas Kehutanan Provinsi.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan pemetaan zonasi, dengan menentukan beberapa titik habitat satwa endemik yang aman untuk dikunjungi tanpa mengganggu ekosistem aslinya.

Termasuk juga melakukan edukasi kepada masyarakat, dan melatihnya agar melek konservasi dan siap menyambut wisatawan dengan standar pelayanan yang lebih baik dan berkualitas tinggi.

Dengan sinergi yang kuat, Disporapar merasa optimistis bahwa Luwu Utara dapat bertransformasi menjadi destinasi ekowisata unggulan di Sulsel, sekaligus akan membuktikan bahwa perlindungan alam dan peningkatan kesejahteraan ekonomi bisa berjalan beriringan. (LHr)