NEWSROOM.CO.ID, BONTANG – Pengelolaan aset daerah, khususnya kapal Roll-on/Roll-off (RoRo) menjadi perhatian DPRD kota Bontang. Pasalnya bisnis tersebut diancam akan disita.
Menyadari hal itu, dukungan pun kini lahir dari tiga fraksi di DPRD Kota Bontang untuk mendorong pembentuk (Pansus) guna melakukan pengkajian terhadap pengelolaan aset daerah.
Pembentukan pansus itu bertujuan untuk menghidupkan tata kelola aset milik daerah, terutama kapal Roro.
Dukungan tersebut disampaikan dalam rapat DPRD yang membahas terkait persoalan hukum kapal KMP Bontang Ekspress II di Gedung Paripurna, Senin (3/8/2026).
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam mengatakan, pembentukan pansus merupakan langkah yang tepat untuk menyelamatkan aset daerah.
Ia menyebut, pembentukan pansus tersebut telah memenuhi syarat. Menurutnya usulan itu dapat diajukan oleh anggota DPRD, tidak harus melalui ketua partai fraksi.
“Salah satu syarat untuk mengusulkan pansus tidak harus ketua, anggota pun bisa mengusulkan. Kalau saya sudah pasti mendorong karena saya pimpinan rapat pasti saya mendukung,” ujarnya.
Kata rustam, dukungan dari tiga fraksi, telah menjadi dasar yang kuat untuk membentuk pansus. Tetapi, ruang lingkup kerja pansus nantinya hanya akan difokuskan pada penelusuran pengelolaan aset daerah.
Sementara pada ranah sengketa DPRD tidak akan masuk ke dalam substansi persoalan tersebut. Sebab polemik itu bukan kewenangan pansus.
“Kami ini pansus hanya melihat masalah aset,” tambahnya.
Pernyataan yang sama datang dari Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bontang, Winardi. Ia menyampaikan pembentukan menjadi langkah yang penting dalam menyelamatkan aset daerah
Namun demikian, Ia menegaskan seluruh tahapan harus menghormati ketentuan yang berkekuatan hukum agar tidak terjadi dengan tumpang tindih dengan proses peradilan
“Kita satu visi, bagaimana caranya kita menyelamatkan aset tapi tidak melangkahi keputusan hukum,” katanya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PKS bersama NasDem DPRD Bontang, Suharno juga turut menyatakan dukungan terhadap pembentukan pansus.
Ia mengatakan bahwa PKS siap mejadi bagian untuk dalam mendorong pansus. Namun. PKS adalah fraksi gabungan, keputusan pasti akan di bahas bersama dengan anggota fraksi sebelum finalisasi dilakukan.
“Nanti saya akan bicarakan dengan kawan-kawan Nasdem dan kawan-kawan yang lain,” tutur Suharno.
Begitupun dengan Anggota Pusat Hubungan (PHM) Masyarakat, Jasman menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam pengkajian aset daerah yang berkaitan dengan kapal Roro.
“Kami PHM siap untuk jadi mitra dari pansus tersebut,” jelas Jasman. (Adv)











