NEWSROOM.CO.ID, BONTANG – Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib, meminta Pemerintah Kota Bontang memperkuat kapasitas Dinas Perhubungan (Dishub) agar persoalan parkir di sejumlah titik tidak terus berulang.
Menurutnya, langkah tersebut lebih penting dibanding menyelesaikan persoalan melalui negosiasi dengan pihak-pihak yang menguasai lokasi parkir.
Sahib menyoroti ramainya pemberitaan mengenai pengelolaan parkir, termasuk di kawasan Pasar Seng. Ia mengingatkan agar setiap kebijakan yang diambil Dishub dikaji secara matang dan dikomunikasikan dengan seluruh pihak agar tidak memicu polemik di masyarakat.
“Saya kira persoalan seperti ini lebih baik diselesaikan dengan duduk bersama. Jangan sampai keputusan yang diambil justru menimbulkan gejolak baru,” ujarnya pada Senin (6/7/2026).
Menurut Sahib, dasar hukum untuk melakukan penataan dan penertiban parkir sebenarnya telah tersedia. Karena itu, ia menilai tantangan terbesar yang dihadapi Dishub saat ini bukan pada regulasi, melainkan keterbatasan jumlah personel di lapangan.
Ia mengungkapkan, DPRD sebelumnya juga pernah meminta Dishub menempatkan petugas di sejumlah sekolah untuk membantu pengaturan lalu lintas saat jam masuk dan pulang siswa. Namun, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena keterbatasan personel.
“Kalau berbicara soal kekurangan personel, saya sangat memahami karena memang jumlah petugas Dishub masih terbatas. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah ke depan,” katanya.
Karena itu, Sahib mendorong Pemkot Bontang menambah kekuatan SDM di Dishub agar fungsi pengawasan, penertiban parkir, dan pelayanan lalu lintas dapat berjalan lebih optimal.
“Kalau SDM diperkuat, saya yakin penataan parkir akan lebih efektif dan pelayanan kepada masyarakat juga semakin baik,” pungkasnya. (Adv)











