NEWSROOM.CO.ID, BONTANG – Anggota DPRD Bontang, , menegaskan persoalan parkir di sejumlah lokasi usaha menjadi perhatian pihaknya. Namun, Komisi C DPRD masih memberikan kesempatan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menindaklanjuti persoalan tersebut sebelum memutuskan menggelar inspeksi mendadak (sidak).
Alfin mengungkapkan, selama ini dirinya terus mendorong Dishub bersama Satpol PP agar melakukan penertiban terhadap pengelolaan parkir yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan pengguna jalan.
“Saya beberapa kali berkomunikasi langsung dengan Pak Kadis. Informasi yang saya terima, Dishub sudah memanggil pengelola parkir. Artinya sudah ada langkah yang dilakukan, khususnya kepada juru parkir di lokasi tersebut,” ujarnya pada Kamis (2/7/2026).
Menurut Alfin, berdasarkan informasi yang diterimanya, pihak Dishub bersama lurah dan camat juga telah berupaya menemui pemilik gedung maupun juru parkir untuk mencari solusi atas persoalan yang terjadi. Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui secara rinci hasil dari pertemuan tersebut.
Terkait kecelakaan truk yang sempat menjadi sorotan publik dan dikaitkan dengan aktivitas parkir di kawasan tersebut, Alfin meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab insiden itu.
“Harus ada investigasi dulu. Belum tentu penyebabnya karena parkir. Bisa saja karena pengemudi mengantuk, mabuk, atau faktor kelalaian lainnya. Jadi kita tidak bisa menyimpulkan secara sepihak,” tegasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pengelolaan parkir tetap harus menjadi perhatian seluruh pelaku usaha, bukan hanya di satu lokasi tertentu.
“Yang kami titipkan adalah parkir harus dijaga dengan baik. Bukan hanya di satu tempat saja, tetapi semua pelaku usaha harus memperhatikan pengelolaan parkir agar tidak mengganggu pengguna jalan maupun membahayakan keselamatan,” katanya.
Mengenai wacana sidak Komisi C DPRD Bontang, Alfin mengatakan hingga kini belum ada keputusan pasti. Pasalnya, DPRD masih menyelesaikan sejumlah agenda lain yang menjadi prioritas, termasuk pembahasan rancangan peraturan daerah serta pemanggilan perusahaan yang memperoleh rapor merah dalam evaluasi kinerja lingkungan.
“Belum ada keputusan untuk sidak karena masih banyak agenda yang harus kami selesaikan. Nanti kita lihat perkembangannya. Kalau Dishub bisa mengendalikan dan menyelesaikan persoalan ini, tentu tidak perlu lagi menunggu atau melakukan sidak,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD akan terus memantau langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah. Jika penanganan dinilai belum efektif, Komisi C tidak menutup kemungkinan akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan persoalan parkir dapat diselesaikan secara menyeluruh. (Adv)











