NEWSROOM.CO.ID, BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memastikan Pemerintah Kota Bontang akan mengoptimalkan fungsi Autism Center sebagai pusat layanan bagi anak dengan autisme dan disabilitas.
Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan, pendidikan, serta tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus di Kota Taman.
Neni mengatakan fasilitas Autism Center sebenarnya telah tersedia. Namun, pemanfaatannya hingga kini dinilai belum berjalan maksimal, terutama akibat keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi khusus di bidang disabilitas.
“Autism Center ini nanti akan kita maksimalkan. Fasilitasnya sudah ada dan memang diperuntukkan bagi anak-anak autis untuk mendukung pertumbuhan jiwa dan kehidupan mereka,” ujar Neni, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah minimnya tenaga pendidik maupun terapis yang memiliki sertifikasi khusus untuk menangani anak berkebutuhan khusus.
“SDM-nya yang masih kurang, khususnya guru atau tenaga pendamping dengan sertifikasi disabilitas. Ini memang tidak mudah dan jumlahnya belum banyak,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkot Bontang juga terus memperkuat layanan kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus melalui fasilitas rumah sakit.
Saat ini, layanan Poli Tumbuh Kembang Anak di sejumlah rumah sakit di Bontang mulai ramai dimanfaatkan masyarakat karena telah terintegrasi dengan program BPJS Kesehatan.
“Sekarang layanan tumbuh kembang anak sudah tersedia di rumah sakit umum, termasuk di Yabis dan PKT. Ini dibiayai BPJS, jadi anak-anak dengan autisme maupun disabilitas bisa mendapatkan pelayanan di sana,” terangnya.
Meski begitu, Neni mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan dalam layanan BPJS, terutama terkait kuota serta durasi terapi yang diterima pasien.
Kendati demikian, program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam memperoleh akses layanan terapi dan pendampingan anak berkebutuhan khusus.
Pemkot Bontang, lanjut dia, akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan Autism Center, termasuk penguatan SDM profesional dan integrasi layanan dengan fasilitas kesehatan yang sudah berjalan. (Adv)











