Newsroom.co.id, Bontang – Perombakan struktur pejabat di Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang dinilai bukan sekadar rotasi rutin, melainkan momentum strategis untuk mempercepat ritme kerja organisasi. Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, menilai komposisi baru ini merupakan hasil kalkulasi matang dari pimpinan daerah yang memahami kebutuhan riil di lapangan. Dengan struktur yang lebih tepat, arah kebijakan diharapkan menjadi lebih fokus dan eksekusinya lebih cepat.
Menurutnya, penempatan pejabat yang sesuai kompetensi akan berdampak langsung terhadap efektivitas pelaksanaan program. Hal ini menjadi krusial karena DKP3 tidak hanya menangani satu sektor, tetapi lintas bidang mulai dari pangan, perikanan hingga pertanian yang masing-masing memiliki tantangan berbeda. Ketepatan orang dalam posisi tertentu akan menentukan seberapa cepat program bisa berjalan dan dirasakan masyarakat.
Sejumlah rotasi dan promosi jabatan dilakukan dalam struktur baru ini dengan mempertimbangkan pengalaman serta latar belakang teknis masing-masing pejabat. Debora Kristiani kini dipercaya menjabat sebagai Sekretaris DKP3 menggantikan Syahrul yang dimutasi menjadi Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan. Pergeseran ini dinilai sebagai bagian dari penyegaran organisasi agar kinerja semakin optimal.
Selain itu, Fadli, M.Pi yang sebelumnya berkecimpung di bidang Perikanan Tangkap Budidaya kini mengemban tugas baru di Bidang Pertanian. Perpindahan ini dinilai sebagai upaya memperkaya perspektif lintas sektor, sehingga integrasi program bisa lebih kuat. Sementara Syawaluddin mendapatkan promosi sebagai Kepala Bidang Ketahanan Pangan dengan tanggung jawab yang semakin besar.
Perubahan juga terjadi pada sektor perikanan dan peternakan yang menjadi salah satu fokus strategis DKP3. Syamsu Wardi dimutasi dari Disdukcapil ke Bidang Perikanan Tangkap Budidaya, membawa pengalaman birokrasi yang diharapkan mampu memperkuat tata kelola. Sedangkan drh. Riyono dipercaya menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan untuk mendorong peningkatan produksi dan kualitas ternak.
Aznem menilai seluruh pejabat yang ditempatkan saat ini sudah sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi. Hal ini membuat proses adaptasi bisa berlangsung cepat tanpa menghambat jalannya program.
Bahkan, menurutnya, struktur baru ini memungkinkan percepatan kerja sejak awal tanpa harus melalui penyesuaian panjang.
“Komposisinya luar biasa, pimpinan di atas tahu betul siapa yang tepat ditempatkan di DKP3, dan saya lihat pejabat yang ada sekarang sangat siap untuk bekerja cepat,” ujarnya dengan optimis, Jumat (24/4/2026).
Ia juga memastikan bahwa seluruh program prioritas tetap berjalan dan bahkan akan dipercepat dengan dukungan struktur baru tersebut. Sinergi antarbidang menjadi kunci utama agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan, sekaligus memperkuat efektivitas pelaksanaan di lapangan.
Dengan struktur yang dinilai solid dan lebih adaptif terhadap kebutuhan organisasi, DKP3 optimistis mampu menjawab berbagai tantangan ke depan. Fokus utama tetap pada peningkatan pelayanan publik serta dampak nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Dengan komposisi ini, DKP3 siap lari kencang dan memastikan seluruh program berjalan maksimal,” tutupnya. (Adv/Rhae)











