BeritaBontangHeadlineInternasionalKaltim

18.000 Ton Amonium Nitrat Tembus Australia, Bontang Dorong 75% Tenaga Kerja Lokal

×

18.000 Ton Amonium Nitrat Tembus Australia, Bontang Dorong 75% Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni

Newsroom.co.id, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menekankan pentingnya penguatan peran tenaga kerja lokal di tengah ekspansi industri yang semakin berkembang, menyusul pelepasan ekspor perdana 18.000 ton amonium nitrat produksi PT Dahana ke Australia, Sabtu (18/4/2026).

Momentum ekspor ini tidak hanya dipandang sebagai capaian industri dan perluasan pasar internasional, tetapi juga menjadi pengingat penting bahwa pertumbuhan sektor industri harus berjalan beriringan dengan peningkatan keterlibatan sumber daya manusia lokal.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan, perkembangan industri di Bontang harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami memohon agar tenaga kerja lokal dapat diprioritaskan, minimal 75 persen sesuai perda. Alhamdulillah sejauh ini sudah terakomodir anak-anak Kota Bontang,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan SDM lokal menjadi bagian penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan investasi dan industrialisasi, tetapi ikut terlibat langsung dalam proses pertumbuhan ekonomi daerah.

Dirinya mengatakan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan dukungan melalui penguatan sektor pendidikan, termasuk melalui keberadaan perguruan tinggi seperti STTIB dan STITEK yang mencetak lulusan di bidang teknik dan kimia untuk menjawab kebutuhan industri.

“Kami berharap anak-anak Kota Bontang bisa terus dilibatkan dan ikut berproses dalam setiap pembangunan dan aktivitas industri di daerah ini,” katanya.

Di sisi lain, ekspor perdana ke Australia dinilai menjadi sinyal positif bagi daya saing produk industri nasional di pasar global. Direktur Operasi PT Dahana Abdul Haris Atbaro menyebut Australia menjadi pasar strategis karena tingginya kebutuhan amonium nitrat untuk mendukung sektor pertambangan.

“Produk ini dinilai memiliki kualitas kompetitif dan mampu memenuhi standar internasional,” ucalnga.

Ia menjelaskan, total ekspor mencapai 18.000 ton yang akan dikirim dalam tiga tahap, dengan nilai mencapai 10,8 juta dolar Amerika Serikat. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi pengembangan pasar internasional perusahaan.

Bagi Pemkot Bontang, capaian tersebut menjadi peluang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan agar pertumbuhan industri tidak hanya menghasilkan ekspansi bisnis, tetapi juga menciptakan efek berantai bagi pembangunan daerah.

“Ini menjadi potret bahwa industri negara kita sudah diakui dunia. Kami merasa bersyukur dan bahagia atas capaian ini,” kata dia.

Pemkot berharap keberhasilan ekspor ini menjadi awal dari penguatan pasar global sekaligus memperbesar ruang keterlibatan tenaga kerja lokal, sehingga kemajuan industri di Bontang dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM dan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat. (Adv/Rhae)