NEWSROOM.CO.ID, JAKARTA – Ada pemandangan menarik di kawasan kuliner Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026). Di tengah kebisingan kota Jakarta, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, terlihat menikmati makanan di sebuah rumah makan Padang populer di kawasan itu.
Namun, bukan rendang daging yang menjadi perhatian Bupati saat menyantap hidangan di rumah makan Padang paling populer tersebut, melainkan sepiring semur jengkol yang tampak sangat menggoda untuk disantap oleh orang nomor satu di Kabupaten Luwu Utara tersebut.
Menariknya, Andi Rahim tak sekadar makan di tempat itu. Ia juga ikut mempromosikan komoditas jengkol yang ada dalam sepiring semur jengkol yang dinikmatinya. Nah, siapa sangka, jengkol yang dinikmati Bupati Andi Abdullah Rahim tersebut ternyata berasal dari bumi Luwu Utara.
Terungkap bahwa jengkol yang saat ini banyak dikonsumsi oleh warga Jakarta merupakan hasil budidaya petani jengkol yang ada di Kabupaten Luwu Utara. Inilah yang kemudian memunculkan istilah baru bahwa hasil bumi Luwu Utara dipersembahkan untuk lidah warga Jakarta.
Bupati Andi Rahim mengungkapkan bahwa daerah yang ia pimpin saat ini merupakan penghasil, sekaligus pengekspor jengkol terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan. “Saat ini, kita lagi menikmati semur jengkol di warung makan Padang di Kebon Sirih Jakarta Pusat,” tutur Andi Rahim.
Ia mengungkapkan, jengkol yang ia santap merupakan hasil keringat petani jengkol di Luwu Utara. “Tahun lalu saja, kita ekspor jengkol lebih dari 5.000 ton, dan transaksi yang dilakukan pedagang kita untuk masuk ke pasar Kramat Jati Jakarta ini, kemudian diolah kembali di warung-warung makan yang ada di Jakarta,” ungkap dia.
Diperkirakan, nilai rupiah yang berhasil diraup oleh petani jengkol Luwu Utara dari hasil ekspor tersebut mencapai puluhan miliar. Tahun lalu, kata dia, Luwu Utara mengekspor jengkol lebih dari 5.000 ton. “Nilai ini kalau dirata-ratakan sekitar Rp15 ribu per kg, yang berarti bahwa ada kurang lebih Rp83 Miliar yang diraup dari hasil ekspor tersebut.
“Ada kurang lebih 12 juta orang di kota Jakarta ini yang kemungkinan menikmati jengkol dari Luwu Utara. Jadi, Luwu Utara ini merupakan pengekspor jengkol terbesar di Sulsel yang masuk ke pasar-pasar yang ada di Jakarta. Alhamdulillah, ini merupakan salah satu sektor yang menjadi penggerak ekonomi Luwu Utara sehingga tumbuh secara signifikan tahun lalu,” ungkapnnya.
Dikatakannya bahwa Luwu Utara kini memegang peranan vital dalam rantai pasok pangan ke ibu kota, khususnya Jakarta, untuk komoditas hortikultura unik seperti jengkol. “Kita juga bersyukur karena para pengusaha kita telah mampu bersaing dan memasuki pasar-pasar yang ada di Jakarta ini. Sukses buat para petani jengkol yang ada di Luwu Utara,” pungkasnya.
Apa yang dilakukan orang nomor satu di Luwu Utara saat menyantap semur jengkol di salah satu rumah makan di Jakarta ini dianggap sebagai bentuk “Diplomasi Kuliner” yang cerdas dan elegan. Dengan mencicipi langsung produk dari daerahnya sendiri di Jakarta, berarti Bupati Andi Rahim telah menunjukkan dukungan nyata terhadap hilirisasi produk pertanian.
Sekadar diketahui, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara juga berkomitmen untuk terus meningkatkan standar budidaya agar jengkol Luwu Utara tidak hanya merajai Jakarta, tetapi juga bisa menembus pasar internasional yang lebih luas lagi. (LHr)











