Newsroom.co.id, Bontang – Aktivitas transportasi laut pada masa angkutan Lebaran diproyeksikan meningkat signifikan. Momentum tersebut dinilai menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di Kota Bontang melalui aktivitas di Pelabuhan Loktuan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan keberadaan Pelabuhan Loktuan memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang kapal setiap tahun memberikan dampak langsung terhadap berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, jasa transportasi, hingga pelaku usaha kecil di sekitar kawasan pelabuhan.
“Pelabuhan Loktuan ke depan semakin memperkuat pertumbuhan ekonomi Kota Bontang. Kami berharap fasilitas ini terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3/2026).
Ia menambahkan, keberadaan pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi pintu masuk aktivitas ekonomi yang mampu menciptakan peluang usaha baru bagi warga.
“Semoga Pelabuhan Loktuan semakin maju dan berkembang, serta memberi manfaat kepada banyak orang. Ini juga menjadi kebanggaan masyarakat Bontang,” terangnya.
Secara nasional, Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut pada angkutan Lebaran tahun ini mencapai 2,4 juta orang. Angka tersebut meningkat sekitar 6,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah itu merupakan bagian dari mobilitas nasional yang lebih besar. Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, sekitar 143,91 juta masyarakat Indonesia diperkirakan melakukan perjalanan selama periode mudik menggunakan berbagai moda transportasi.
Sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong aktivitas ekonomi, pemerintah kembali menghadirkan program tiket gratis dengan kuota lebih dari 69 ribu penumpang.
Selain itu, pemerintah juga memberikan potongan tarif sebesar 30 persen untuk seluruh trayek kapal PSO kelas ekonomi milik PT PELNI yang mencakup lebih dari 445 ribu tiket.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang melakukan perjalanan sekaligus mendukung kelancaran arus mudik serta mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah, termasuk Kota Bontang. (Adv/Rhae)











