NEWSROOM.CO.ID, BONTANG – Bontang City Carnival dan Pawai Budaya 2025 telah usai. Ajang tahunan yang menjadi ikon kebanggaan Kota Bontang itu akhirnya melahirkan para juara setelah melalui penilaian ketat dari dewan juri.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang secara resmi mengumumkan hasil penilaian berdasarkan tiga keputusan, yakni SK Kepala Disdikbud Nomor 400.6.1/283/DISDIKBUD/2025 tentang Penunjukan Tim Juri, SK Dewan Juri tentang Pemenang Lomba Bontang City Carnival dan Pawai Budaya, serta SK Wali Kota Bontang Nomor 100.3.3.3/5140/DISDIKBUD tentang Pemenang Utama dan Favorit Tahun 2025.
Hasilnya, PT Badak NGL tampil gemilang dan dinobatkan sebagai Juara I Bontang City Carnival 2025 dengan perolehan nilai tertinggi, 983 poin. Posisi Juara II diraih Sekretariat DPRD Kota Bontang dengan 980 poin, disusul PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di peringkat ketiga dengan 963 poin.
Sementara itu, kategori Harapan I diraih SMP Negeri 3 Bontang (948 poin), Harapan II oleh Kelurahan Loktuan (924 poin), dan Harapan III oleh SMP Negeri 1 Bontang (920 poin).
Selain juara utama, panitia juga menetapkan 10 Peserta Favorit Pawai Budaya 2025 yang berhasil mencuri perhatian penonton dan dewan juri melalui penampilan unik dan atraktif. Anatara lain:
- IKAWANGI Bontang;
- BKPSDM berkolaborasi dengan ARMADA (Arek Pemuda Madura);
- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang;
- DPMPTSP bersama Paguyuban Sameton Bali;
- Sekretariat DPRD Kota Bontang;
- Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan;
- Kerukunan Masyarakat Adonara Kota Bontang;
- Ikatan Keluarga Bima-Dompu (IKABIDO);
- PAWARGO bersama Kelurahan Satimpo;
- serta Kecamatan Bontang Selatan berkolaborasi dengan Paguyuban Wargi Sunda.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah menampilkan ragam budaya dengan penuh kreativitas dan semangat kebersamaan.
“Terima kasih atas partisipasi, semangat, dan dedikasi semua peserta. Bontang City Carnival membuktikan bahwa keberagaman budaya bukan penghalang, melainkan kekuatan pemersatu masyarakat,” ujar Neni.
Ia menegaskan, ajang ini akan terus menjadi ruang ekspresi seni, pelestarian budaya, sekaligus sarana promosi identitas Bontang sebagai kota kreatif dan berbudaya.
“Semua tampil luar biasa. Mereka bukan hanya mempersembahkan pertunjukan, tapi juga rasa cinta kepada Bontang,” katanya. (*)











