NEWSROOM.CO.ID, BONTANG – Transformasi digital pelayanan publik di Kota Bontang terus melangkah maju. Kali ini, inovasi lahir dari tangan aparatur sipil negara (ASN) muda, Fauzi Achmad Haruna, Pranata Komputer Ahli Pertama di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang.
Fauzi berhasil menciptakan sebuah sistem bernama PRISMA, aplikasi berbasis website yang mengubah proses pelaporan dan statistik kunjungan Mal Pelayanan Publik (MPP) dari metode manual menjadi real-time dan terintegrasi. Inovasi tersebut mengantarkannya meraih Predikat Terbaik 1 pada Pelatihan Dasar CPNS Angkatan VI Tahun 2025.
Sebelum PRISMA diterapkan, pencatatan data kunjungan MPP masih dilakukan secara manual. Setiap gerai layanan mencatat jumlah pengunjung masing-masing. Proses ini memakan waktu, rawan kesalahan, dan sering kali tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Melihat persoalan tersebut, Fauzi menggagas sistem otomatis yang mampu bekerja cepat, akurat, dan mudah dioperasikan oleh petugas.
“Semua data statistik pengunjung kini tercatat secara real time. Petugas tidak perlu lagi menginput manual. Sistem PRISMA langsung mengolah dan menampilkan datanya,” ujar Fauzi, Rabu (12/11/2025).
Kini, PRISMA menjadi pusat kendali data kunjungan MPP. Seluruh aktivitas layanan tercatat rapi dan dapat diakses kapan saja oleh petugas maupun pengambil kebijakan. Data yang akurat memungkinkan pemerintah membaca pola kunjungan serta kebutuhan masyarakat secara lebih presisi.
Tak hanya itu, PRISMA juga dilengkapi fitur antrean digital terpadu. Melalui sistem ini, masyarakat dapat memantau posisi antrean dan estimasi waktu tunggu di berbagai gerai layanan. Pengunjung pun dapat mengatur waktu kedatangan dengan lebih efisien, sementara alur pelayanan menjadi lebih tertib dan nyaman.
Inovasi PRISMA lahir saat Fauzi menjalani masa habituasi Latsar CPNS pada 27 September hingga 30 Oktober 2025. Hasil aktualisasi tersebut kemudian dipresentasikan dalam seminar di Pusat Pengembangan Kompetensi SKPP LAN RI pada 7 November 2025.
Inovasi ini mendapat apresiasi tinggi dari para penguji karena dinilai berdampak nyata, berkelanjutan, serta langsung diimplementasikan di MPP Bontang. Fauzi pun dinobatkan sebagai peserta terbaik dalam pelatihan tersebut.
Kehadiran PRISMA membuka jalan menuju tata kelola pelayanan publik yang lebih modern, berbasis data, dan transparan. Pemerintah kini memiliki instrumen yang kuat untuk merumuskan kebijakan secara lebih tepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Fauzi berharap PRISMA tidak berhenti sebagai proyek inovasi semata, melainkan menjadi fondasi transformasi digital pelayanan publik di Kota Bontang.
“Kami ingin PRISMA menjadi pijakan awal menuju tata kelola pelayanan publik yang cerdas dan transparan,” tutupnya. (*)











