NEWSROOM.CO.ID, BONTANG — Kota Bontang kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Jumat (12/12/2025), Pemkot Bontang menerima Sertifikat Penghargaan Sistem Manajemen Pengawasan Pangan Segar dari Badan Pangan Nasional dengan kategori “Baik”. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa sistem pengawasan pangan di Kota Taman berjalan efektif dan sesuai standar nasional.
Seremoni penyerahan berlangsung di Aula Gelora Kadrie Oening, Samarinda. Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, hadir langsung menyerahkan penghargaan tersebut. Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, tidak dapat hadir dan diwakili oleh Debora Kristiani, Kepala Bidang Ketahanan Pangan.
Tidak hanya menerima sertifikat, Bontang juga mencatatkan prestasi membanggakan. Dari 10 kabupaten/kota yang dinilai, Bontang menempati peringkat kedua, di bawah Kota Balikpapan. Di bawah Bontang berturut-turut ada Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara.
Debora Kristiani menyebut penghargaan ini sebagai motivasi besar bagi Kota Bontang. “Pengawasan pangan bukan hanya soal memenuhi standar. Ini soal memastikan setiap produk yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelayanan dan edukasi kepada pelaku usaha maupun masyarakat akan terus ditingkatkan. Menurutnya, pengawasan pangan segar mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas produk pertanian, kebersihan, proses distribusi, hingga pengujian kandungan bahan berbahaya. Semua aspek harus berjalan serempak agar risiko pangan tercemar bisa ditekan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Debora berharap penghargaan nasional ini mendorong kesadaran masyarakat dan pelaku usaha mengenai pentingnya keamanan pangan. Sinergi tiga unsur — pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen — menjadi kunci mempertahankan capaian yang sudah diraih.
“Penghargaan ini membuktikan bahwa Bontang sebagai kota industri juga mampu menjadi contoh dalam pengelolaan pangan segar yang aman, sehat, dan berkualitas,” pungkasnya. (*)











