BeritaBontangHeadlineKaltim

Pemkot Bontang Paparkan Kinerja 2025, Tegaskan Dampak Nyata Program Pembangunan

×

Pemkot Bontang Paparkan Kinerja 2025, Tegaskan Dampak Nyata Program Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menyampaikan paparan kinerja 2025.

Newsroom.co.id, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyampaikan capaian kinerja sepanjang Tahun Anggaran 2025 melalui Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj). Laporan ini menegaskan komitmen Pemkot dalam menjalankan pembangunan yang terukur, progresif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah. Pemkot berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi kembali positif sebesar 3,21 persen setelah sebelumnya mengalami kontraksi.

Pemkot Bontang juga mencatat keberhasilan dalam transformasi struktur ekonomi. Sektor non-migas tumbuh sebesar 6,33 persen, menandakan arah kebijakan Pemkot dalam mengurangi ketergantungan pada sektor migas mulai menunjukkan hasil.

Selain itu, Pemkot turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 83,04 atau masuk kategori sangat tinggi. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 7.110 jiwa pada 2024 menjadi 6.180 jiwa pada 2025, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 6,36 persen.

“Capaian ini merupakan bukti bahwa program-program Pemkot Bontang berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnga.

Dari sisi keuangan daerah, Pemkot menunjukkan kinerja yang solid dengan realisasi pendapatan mencapai Rp2,846 triliun atau 98,47 persen dari target perubahan APBD 2025. Sementara itu, belanja daerah terealisasi sebesar Rp2,951 triliun yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.

Berbagai program prioritas Pemkot turut menjadi penopang capaian tersebut. Di sektor pendidikan, Pemkot menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi ribuan siswa serta mendukung digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan perangkat teknologi bagi guru dan sekolah.

Pada sektor kesehatan, Pemkot memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan melalui capaian Universal Health Coverage (UHC) 100 persen. Program percepatan penanganan stunting juga terus diperkuat dengan intervensi yang menyasar keluarga berisiko.

Pemkot juga terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur, mulai dari penerangan jalan, perluasan jaringan gas rumah tangga, hingga peningkatan akses air bersih dan sanitasi. Penataan kawasan serta rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Di bidang ekonomi kerakyatan, Pemkot mendorong penguatan UMKM melalui Kredit Bontang Kreatif tanpa bunga serta pengembangan bank sampah sebagai bagian dari ekonomi berbasis lingkungan. Program sosial turut diperluas, termasuk peningkatan insentif dan jaminan sosial bagi pengurus RT.

Pemkot juga memperkuat daya saing daerah melalui pengembangan sektor unggulan seperti perikanan, pertanian, dan pariwisata.

“Destinasi lokal seperti Bontang Kuala dan Beras Basah dikembangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi berbasis potensi daerah,” tuturnya.

Capaian tersebut turut diperkuat dengan dukungan Pemkot terhadap Program Strategis Nasional, termasuk keberhasilan mencapai status zero kemiskinan ekstrem serta pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program makan bergizi gratis.

Sepanjang 2025, Pemkot Bontang juga berhasil meraih 16 penghargaan di tingkat regional dan nasional sebagai bentuk pengakuan atas kinerja tata kelola pemerintahan, keterbukaan informasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Pemkot menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif bersama seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, sinergi akan terus diperkuat untuk mendorong pembangunan yang lebih inklusif, maju, dan berkelanjutan di Kota Bontang. (Adv/Rhae)