Newsroom.co.id, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bergerak cepat merespons meningkatnya kemunculan buaya di kawasan pesisir. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara tegas menginstruksikan agar predator tersebut segera ditangkap demi menjamin keselamatan warga.
Menurut Neni, populasi buaya di sejumlah titik sudah cukup banyak dan dinilai membahayakan. Karena itu, pemerintah daerah tidak ingin mengambil risiko dengan membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut.
“Ini mesti ditangkap, tidak bisa dibiarkan. Karena saya lihat akhir-akhir ini sudah banyak di habitatnya,” ujarnya saat diwawancarai, di rumah jabatan Wali Kota Bontang, Senin (02/03/2026).
Langkah ini semakin mendesak setelah baru-baru ini seorang bocah usia 11 tahun di wilayah Selambai dilaporkan diterkam buaya. Korban selamat, namun harus menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit swasta di Bontang akibat luka yang dideritanya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot akan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), BPBD, serta pawang buaya untuk memetakan titik-titik dengan populasi terbanyak. Setelah pemetaan dilakukan, proses penangkapan akan dijalankan sesuai prosedur dan selanjutnya diserahkan ke pihak atau kementerian terkait.
“Kita tangkap, tidak boleh diapa-apakan. Nanti kita serahkan ke pihak atau kementerian terkait,” jelasnya.
Selain penanganan teknis, Pemkot juga mengintensifkan imbauan kepada masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat air pasang. Orang tua diminta lebih ketat mengawasi anak-anak dan melarang aktivitas mandi atau berenang di laut demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Adv/Rhae)











