BeritaBontangEkobisHeadlineKaltim

DKP3 Bontang Survei Harga Pangan di Pasar Rawa Indah, Mayoritas Komoditas Stabil

×

DKP3 Bontang Survei Harga Pangan di Pasar Rawa Indah, Mayoritas Komoditas Stabil

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (AI)

Newsroom.co.id, Bontang – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang melalui Bidang Ketahanan Pangan kembali melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasaran. Kegiatan survei harga ini dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026 di Pasar Induk Rawa Indah.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani, menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan harga bahan pangan secara umum masih stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan.

“Dari hasil survei harga di Pasar Rawa Indah pagi ini, sebagian besar harga bahan pokok relatif stabil dan tidak terdapat kenaikan harga,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Senin (9/3/2026).

Berdasarkan data pemantauan DKP3 Bontang, harga beberapa komoditas utama tercatat sebagai berikut: beras premium berada di kisaran Rp16.500 hingga Rp17.000 per kilogram, beras lokal Rp15.000 per kilogram, jagung pipil Rp8.000 per kilogram, serta kedelai pipil Rp11.000 per kilogram.

Sementara itu, harga bawang merah tercatat Rp45.000 per kilogram dan bawang putih Rp43.000 per kilogram. Untuk komoditas cabai, cabai keriting berada di harga Rp55.000 per kilogram, cabai merah besar Rp60.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp90.000 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, daging sapi dijual sekitar Rp160.000 per kilogram. Daging ayam berada di kisaran Rp34.375 per kilogram, sedangkan telur ayam mencapai Rp40.625 per kilogram.

Debora menjelaskan bahwa harga ayam potong justru mengalami penurunan jika dihitung dari harga per ekor di tingkat pedagang. Untuk ukuran kecil dijual sekitar Rp50.000 per ekor, ukuran sedang Rp55.000, dan ukuran besar Rp58.000.

“Jika dihitung dari harga ayam ukuran sedang Rp55.000 per ekor dengan berat rata-rata sekitar 1,6 kilogram, maka harga per kilogramnya sekitar Rp34.375,” jelasnya.

Sementara itu, untuk komoditas minyak goreng kemasan saat ini belum ada pasokan baru dari tingkat grosir. Meski demikian, stok di tingkat pedagang eceran masih tersedia sehingga kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi.

“Hingga saat ini minyak goreng kemasan memang belum ada masuk dari grosir, tetapi di tingkat eceran masih aman karena stok di pedagang masih tersedia,” ungkapnga.

DKP3 Bontang memastikan pemantauan harga pangan akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi gejolak harga, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan. (Adv/Rhae)