BeritaHeadlineKaltimNasionalSamarinda

Dispar Kaltim Asah Kompetensi Tour Leader, Siap Bersaing di Level Nasional

×

Dispar Kaltim Asah Kompetensi Tour Leader, Siap Bersaing di Level Nasional

Sebarkan artikel ini
Dispar Kaltim Asah Kompetensi Tour Leader, Siap Bersaing di Level Nasional

NEWSROOM.CO.ID, SAMARINDA – Puluhan tour leader dari berbagai daerah di Kalimantan Timur mengikuti pra-asesmen dan uji sertifikasi kompetensi yang digelar Dinas Pariwisata Kaltim, sebagai langkah memperkuat kualitas pelayanan wisata di daerah.

Selama tiga hari, 11-13 Februari 2026, kegiatan berlangsung di Hotel Horison, Jalan Imam Bonjol, Samarinda. Diikuti perwakilan dari delapan kabupaten/kota, yang mana Mahakam Ulu dan Kutai Barat belum berpartisipasi

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menegaskan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata, khususnya tour leader, sebagai garda depan pelayanan wisatawan.

“hari ini kita mengadakan sertifikasi kompetensi assesment dan tour leader se Kaltim 2026, ini menjadi garda terdepan pelayanan pariwisata di kaltim,” ujarnya.

Ia menekankan sektor pariwisata berperan strategis pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Karena itu, kualitas SDM menjadi faktor penentu keberhasilan layanan wisata.

“Industri pariwisata merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta promosi budaya dan citra bangsa di mata dunia. Keberhasilan pariwisata sangatlah ditentukan pada kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga profesional yang berhadapan langsung dengan wisatawan, dan salah satunya adalah tour leader,” tegasnya.

Menurutnya, tour leader tidak hanya memimpin perjalanan, tetapi juga bertanggung jawab pada pelayanan, keamanan, ketertiban, dan penyampaian informasi yang akurat.

“Seorang tour leader tidak hanya bertugas memimpin perjalanan wisata, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar memberikan pelayanan prima, mengelola perjalanan dengan aman dan tertib, menyampaikan informasi yang akurat, serta menjadi duta bangsa,” katanya.

Ririn menambahkan, pra-asesmen dirancang sebagai pembekalan komprehensif.

“Pra assesment berupa pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman peran dan tanggung jawab seorang tour leader, mulai dari perencanaan perjalanan, teknik pelayanan, komunikasi, penanganan keluhan wisatawan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengembangan SDM Dispar Kaltim, Dahlia, menjelaskan tahapan kegiatan meliputi penyegaran materi dan uji sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pramindo dari Jakarta.

“Pra-asesmen dari tanggal 11 sampai 12 untuk penyegaran materi. Tanggal 13 langsung asesmen atau uji sertifikasi. LSP-nya hanya satu untuk pramuwisata, yaitu Pramindo,” jelasnya.

Peserta diseleksi berdasarkan pengalaman dan rekomendasi organisasi profesi.

“Kami sudah menyeleksi berdasarkan CV. Peserta sudah berpengalaman dan semua anggota HPI. Rekomendasinya dari HPI kabupaten/kota,” katanya.

Ia menegaskan sertifikat akan meningkatkan daya saing.

“Sudah pasti menambah nilai jual. Travel agent biasanya minta tour leader yang sudah tersertifikasi.”

Sementara itu, Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kaltim, Awang Jumri, mengatakan materi mengacu SKKNI Kepmenaker Nomor 221 Tahun 2023 dengan 33 unit kompetensi.

“Kami membedah tiga SKKNI penting, yaitu pengembangan informasi destinasi wisata, menangani keluhan selama tur, dan membuat laporan,” ujarnya.

Ia menegaskan peran tour leader sangat krusial.

“Jangan sampai tamu merasa tidak nyaman. Tour leader harus andal karena dia pemimpin perjalanan dan wakil dari travel,” kata Awang.

Menurutnya, banyak peserta telah berpengalaman membawa rombongan hingga ke luar negeri, termasuk perjalanan religi dan negara-negara Barat. Kegiatan ini diharapkan melahirkan tour leader Kaltim yang profesional dan berstandar nasional. (AR)