NEWSROOM.CO.ID, BONTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Shemmy Permata Sari kembali menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper), di Kota Bontang, Sabtu (07/02/2026).
Perda yang disosialisasikan adalah Perda Nomor 2 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga.
Shemmy mengatakan, penyebarluasan perda ini merupakan tanggung jawab moral di DPRD. Hal ini menjadi atensi bagi DPRD Kaltim untuk menyampaikan perda ini kemasyarakat.
Tujuannya agar nantinya dapat diterapkan masyarakat dengan baik. Sosialisasi ini penting agar masyarakat mengetahui bahwa ada peraturan daerah yang mengikat seluruh masyarakat tentang ketahanan keluarga.
“Jadi Ada petunjuk di dalamnya yang kemudian bisa menjadi panduan dalam membina dan mengaplikasikan dalam rumah tangga kita,” ucapnya.
Kegiatan ini juga diharapkan bisa lebih meningkatkan ketahanan keluarga untuk menghadapi berbagai tantangan di dalam kehidupan bermasyarakat.
“Keluarga juga harus dibentengi dengan pondasi agama dan moral yang kuat agar pengaruh negatif tidak mudah masuk,” ujarnya.
Dalam sosialisasi itu, hadir sebagai narasumber Dewi Wahyuni dari DP3AKB Kota Bontang. Dia menyampaikan, ketahanan keluarga merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat dan negara. Keluarga yang kuat akan mampu menghadapi berbagai tantangan, baik secara internal maupun eksternal, seperti masalah ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Peran keluarga dalam membentuk karakter, memberikan pendidikan, dan memenuhi kebutuhan dasar anggota keluarga sangat krusial. Ada 4 Pilar Utama dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga, yaitu taqwa, sabar, kasih sayang, serta nafkah yang memadai.
Selain itu, Dewi juga memaparkan tentang penerapan 8 fungsi keluarga, antara lain :
1. Fungsi agama
2. Fungsi sosial budaya
3. Fungsi cinta dan kasih sayang
4. Fungsi perlindungan
5. Fungsi reproduksi
6. Fungsi sosial dan pendidikan
7. Fungsi ekonomi
8. Fungsi pembinaan lingkungan
Dengan adanya sosialisasi dan implementasi Perda Nomor 2 Tahun 2022, diharapkan masyarakat Kota Bontang Kalimantan Timur dapat semakin memahami pentingnya ketahanan keluarga dan bersama-sama membangun keluarga yang lebih kuat, sejahtera, dan berdaya saing.
“Dengan terciptanya keluarga yang tangguh, akan lahir generasi emas yang berkualitas,” tutupnya. (*/red)











