NEWSROOM.CO.ID, BONTANG – Direktur Utama PT Kaharla Prima Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bontang.
Dengan pengalaman enam tahun aktif di organisasi tersebut, Yusril membawa visi besar menjadikan HIPMI sebagai motor penggerak lahirnya pengusaha baru sekaligus mitra strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian daerah.
Komitmen itu disampaikannya saat berdiskusi bersama sejumlah insan media di Kota Bontang, Selasa (23/6/2026).
Menurut Yusril, salah satu tantangan utama yang masih dihadapi Bontang adalah terbatasnya jumlah pelaku usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Karena itu, ia ingin menjadikan HIPMI sebagai ruang pembinaan dan pengembangan bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia usaha.
“HIPMI harus menjadi laboratorium lahirnya pengusaha-pengusaha baru. Semakin banyak pengusaha yang tumbuh, maka semakin besar pula peluang kerja yang tercipta untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan pengusaha baru tidak hanya berdampak pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga mampu memperkuat struktur ekonomi daerah yang selama ini masih bergantung pada sektor tertentu.
Apabila dipercaya memimpin HIPMI, Yusril berkomitmen menghadirkan program pendampingan usaha yang lebih konkret. Mulai dari membantu proses legalitas usaha, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga pelatihan administrasi dan pengembangan bisnis bagi pelaku usaha pemula.
“Kami ingin mempermudah masyarakat yang ingin memulai usaha. Mereka tidak boleh berjalan sendiri. HIPMI harus hadir mendampingi sejak tahap awal hingga usahanya berkembang,” katanya.
Selain fokus pada penciptaan pengusaha baru, Yusril juga menyoroti pentingnya membangun kemandirian fiskal daerah di tengah tantangan keterbatasan anggaran dan dinamika ekonomi yang terus berubah.
Menurutnya, dunia usaha memiliki peran penting dalam menciptakan sumber-sumber ekonomi baru yang dapat mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha harus terus diperkuat.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pengusaha harus menjadi bagian dari solusi melalui inovasi usaha, pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan berbagai sektor potensial lainnya yang mampu meningkatkan PAD daerah,” jelasnya.
Melalui visi “Bontang Berdaya Bersama HIPMI: Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dan Masa Depan Bontang yang Lebih Maju,” Yusril ingin menjadikan HIPMI sebagai organisasi yang inklusif, adaptif, dan mampu melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang berdaya saing hingga tingkat nasional.
Ia juga menegaskan bahwa HIPMI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha tanpa memandang skala bisnis maupun latar belakang sektor usaha.
“HIPMI tidak boleh eksklusif. Organisasi ini harus terbuka bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, media, sektor jasa, hingga industri. Semua harus memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan berjejaring,” tegasnya.
Berbekal pengalaman dua periode kepengurusan HIPMI, Yusril optimistis mampu membawa organisasi tersebut lebih progresif.
Ia juga berkomitmen melanjutkan program-program positif yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya serta menyempurnakan program yang belum terealisasi.
“Yang sudah baik akan kami lanjutkan, sementara program yang belum terlaksana akan kami tuntaskan. Tujuannya satu, yakni menjadikan HIPMI semakin kuat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan dunia usaha serta pembangunan Kota Bontang,” pungkasnya. (Wil)











