Newsroom.co.id – Paris Saint-Germain akhirnya keluar sebagai juara Liga Champions setelah menaklukkan Arsenal F.C. melalui drama adu penalti yang menegangkan di final yang berlangsung di Puskás Aréna, Budapest, Minggu (31/5/26).
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Arsenal sempat unggul lebih dulu lewat gol Kai Havertz pada babak pertama, sebelum PSG menyamakan kedudukan melalui penalti Ousmane Dembélé di paruh kedua. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan babak tambahan berakhir tanpa gol.
Laga pun harus ditentukan melalui adu penalti. PSG memulai lebih dulu dengan Goncalo Ramos sebagai eksekutor pertama yang mampu melakukan tugasnya dengan baik. Viktor Gyokeres yang menjadi eksekutor pertama Arsenal juga melakukan tugasnya dengan sempurna.
Eksekutor kedua PSG, Desire Doue, juga menyelesaikan tugasnya dengan baik. Namun, Arsenal harus gigit jari karena Eberechi Eze gagal melakukan tugasnya sebagai eksekutor kedua setelah tembakannya menyamping ke sisi kanan gawang PSG.
Namun, David Raya membuat Arsenal kembali berpeluang. Eksekusi penalti ketiga PSG yang dilakukan Nuno Mendes dimentahkan begitu saja. Declan Rice yang menjadi eksekutor ketiga Arsenal melakukan tugas dengan baik dan menjaga peluang Arsenal.
Achraf Hakimi yang menjadi eksekutor keempat PSG juga melakukan tugasnya dengan baik. Sementara Gabriel Martinelli dengan meyakinkan menjebol gawang PSG sebagai eksekutor keempat Arsenal.
Lucas Beraldo yang menjadi eksekutor kelima PSG juga mampu melakukan tugasnya dengan baik. Sementara Gabriel Magalhaes membuat kesalahan dengan menembak ke atas gawang PSG, membuat Arsenal mengubur mimpi angkat trofi dan PSG berhasil mempertahankan gelar Liga Champions mereka.
Meski harus menelan kekecewaan, Arsenal tampil disiplin sepanjang pertandingan dan memberikan perlawanan sengit kepada juara bertahan. Namun ketenangan para pemain PSG di momen-momen krusial menjadi pembeda dalam laga final yang berlangsung dramatis tersebut.
Bagi Arsenal, hasil ini memperpanjang penantian mereka untuk meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Sementara itu, PSG semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa dengan keberhasilan mempertahankan mahkota tertinggi antarklub Benua Biru. (Red)











