NEWSROOM.CO.ID, BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengapresiasi langkah PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yang menyerahkan bantuan infrastruktur Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kelurahan Guntung, Bontang Utara, senilai Rp1,13 miliar.
Menurut Agus Haris, kehadiran TPS 3R Guntung menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Kota Bontang.
“Program ini sejalan dengan visi dan misi kami, khususnya memperkuat prasarana wilayah dalam pengelolaan sampah. Dengan dukungan fasilitas memadai, proses pengelolaan sampah dari sumber dapat dilakukan lebih optimal, terstruktur, serta memiliki nilai tambah di masyarakat,” ujar Agus Haris saat menghadiri penyerahan bantuan di Kelurahan Guntung, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan TPS 3R tidak hanya menjawab persoalan teknis pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan berbasis lingkungan yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Bontang.
Menurutnya, konsep pengelolaan sampah berbasis TPS 3R sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan pengurangan sampah dari hulu serta penguatan partisipasi masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kita tidak lagi berbicara pengangkutan dan pembuangan sampah semata, tetapi bagaimana mengelolanya menjadi sumber daya yang bernilai. TPS 3R dari Pupuk Kaltim ini dapat menjadi contoh konkret implementasi ekonomi sirkular di masyarakat,” tambahnya.
Agus Haris pun mengajak masyarakat Kelurahan Guntung untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal dan menjadikannya sebagai gerakan kolektif menjaga lingkungan.
Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono, mengatakan bantuan infrastruktur TPS 3R merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan sekaligus memperkuat sistem penanganan sampah berbasis masyarakat di Kota Bontang.
TPS 3R Guntung nantinya akan dikelola oleh Kelompok Olah Bebaya Guntung yang saat ini beranggotakan 13 orang dan telah melayani pengumpulan sampah dari lebih 200 rumah di wilayah tersebut.
Berbagai fasilitas pendukung juga disiapkan, mulai dari area pemilahan sampah, kantor sekretariat, alat pencacah sampah organik, alat pencetak pakan, hingga mesin press botol plastik guna mendukung pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Melalui fasilitas tersebut, diharapkan masyarakat dapat mengubah paradigma terhadap sampah, dari yang sebelumnya dianggap limbah menjadi sumber daya yang memiliki manfaat ekonomi dan lingkungan. (Adv)











