BeritaBontangHeadlineKaltim

Pemkot Bontang Pastikan 447 Petugas Kebersihan Terima Bansos, Wali Kota Serahkan Simbolis Lewat Baznas

×

Pemkot Bontang Pastikan 447 Petugas Kebersihan Terima Bansos, Wali Kota Serahkan Simbolis Lewat Baznas

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyerahkan secara simbolis bantuan kepada petugas kebersihan. (Rhae/Newsroom.co.id)

Newsroom.co.id, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperhatikan kesejahteraan para pekerja sektor layanan publik. Sebanyak 447 petugas kebersihan di Kota Bontang menerima bantuan sosial masing-masing senilai Rp300 ribu yang difasilitasi melalui Badan Amil Zakat Nasional Kota Bontang, Rabu (4/3/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, sebagai bentuk nyata perhatian Pemkot terhadap para petugas kebersihan yang selama ini berperan menjaga wajah kota tetap bersih dan nyaman.

“Alhamdulillah melalui Baznas, seluruh petugas kebersihan yang ada di Bontang menerima bantuan sosial. Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama,” ujar Neni.

Ia menegaskan, keberadaan petugas kebersihan sangat vital dalam mendukung program pembangunan dan menciptakan lingkungan kota yang sehat. Menurutnya, Pemkot tidak ingin hanya menuntut kinerja, tetapi juga memastikan para petugas mendapatkan perhatian dan apresiasi yang layak.

“Tanpa petugas kebersihan, Kota Bontang tidak akan bisa bersih dan cantik. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kebersihan kota, jadi sudah sepatutnya kita memberikan apresiasi,” ucapnya.

Melalui kolaborasi dengan Baznas, Pemkot Bontang memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Ketua Baznas Kota Bontang, Kiba Siga, menyampaikan bahwa pada 2026 pihaknya menyiapkan total 7.540 paket bantuan sosial untuk masyarakat dengan total anggaran mencapai Rp2 miliar.

“Setiap fakir miskin menerima Rp300 ribu, ada yang berbentuk uang tunai maupun sembako. Untuk petugas kebersihan hari ini kami berikan dalam bentuk paket sembako, seperti beras,” jelasnya.

Hal ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Bontang dalam memperkuat jaring pengaman sosial, khususnya bagi kelompok pekerja rentan. Di tengah dinamika kebutuhan ekonomi masyarakat, Pemkot memastikan tidak ada pihak yang luput dari perhatian. (Adv/Rhae)