NEWSROOM.CO.ID, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali menyalurkan bantuan pangan bagi warga Penerima Bantuan Pangan (PBP) untuk periode Oktober–November 2025. Sebanyak 4.693 kepala keluarga (KK) akan menerima paket bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per keluarga.
Sebelum disalurkan ke masyarakat, bantuan tersebut terlebih dahulu melalui proses pengecekan ketat oleh Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang. Pemeriksaan dilakukan terhadap kualitas maupun kuantitas seluruh komoditas bantuan.
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, menegaskan bahwa pengecekan tersebut merupakan bagian penting dari komitmen pemerintah dalam memastikan bantuan pangan yang diterima warga benar-benar layak konsumsi.
“Bantuan pangan ini menyangkut kebutuhan dasar warga. Karena itu, setiap butir beras dan setiap liter minyak harus sesuai standar. Kami memastikan semuanya dalam kondisi baik sebelum disalurkan,” ujar Aznem, Selasa (18/11/2025).
Ia menjelaskan, pemeriksaan meliputi kebersihan dan tekstur beras, serta kejernihan minyak goreng berikut kondisi kemasannya. Hasil pengecekan menunjukkan seluruh komoditas bantuan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Selain memastikan kelayakan bantuan, kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi bagi masyarakat. Pemerintah mengimbau warga penerima bantuan agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan komoditas yang tidak layak saat diterima.
“Hasil pengecekan menunjukkan seluruh komoditas bantuan memenuhi standar kualitas. Namun kami tetap membuka ruang bagi warga untuk melapor jika ada kendala di lapangan,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Debora, salah satu pejabat DKP3 yang terlibat dalam proses pengawasan distribusi bantuan. Menurutnya, penyaluran bantuan pangan bukan hanya soal membagikan barang, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
“Upaya ini adalah bentuk tanggung jawab kami agar bantuan benar-benar bermanfaat. Kami ingin warga merasa aman dan terbantu,” ujarnya.
Bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar ribuan keluarga di Kota Bontang, sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, khususnya bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. (*)











