BeritaBontangKaltim

Transfer Pusat Menyusut, Dana Stimulan RT Bontang Dipastikan Turun Tahun Depan

×

Transfer Pusat Menyusut, Dana Stimulan RT Bontang Dipastikan Turun Tahun Depan

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (ist)

NEWSROOM.CO.ID, BONTANG – Pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat mulai dirasakan daerah. Pemerintah Kota Bontang kini menghadapi tekanan fiskal yang semakin berat, seiring sempitnya ruang gerak Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Belanja pegawai dan kewajiban mandatory spending yang tidak bisa diganggu membuat pemerintah harus menata ulang prioritas anggaran. Dampaknya, dana stimulan Rukun Tetangga (RT) yang selama ini menjadi penopang kegiatan masyarakat dipastikan mengalami penurunan pada tahun anggaran mendatang.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa penyesuaian anggaran tersebut bukan keputusan sepihak. Pemerintah daerah harus menjaga stabilitas fiskal di tengah menurunnya transfer dana dari pusat.

“Rencana awal dana stimulan RT itu Rp 200 juta, kemungkinan tahun depan turun,” ujarnya usai Peringatan Hari Guru Nasional, Selasa (25/11/2025).

Agus menjelaskan, belanja pegawai Pemkot Bontang saat ini mencapai sekitar Rp 900 miliar. Di sisi lain, pemerintah juga wajib mengalokasikan 20 persen APBD untuk sektor pendidikan. Kondisi ini semakin membatasi ruang fiskal untuk program pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, belanja operasional dan hibah yang masih berada di kisaran Rp 100 miliar turut menambah tekanan terhadap keuangan daerah.

“Ruang fiskal kita betul-betul sempit. Sektor wajib harus tetap dipenuhi, sehingga program yang sifatnya suportif seperti dana stimulan RT harus disesuaikan,” katanya.

Meski demikian, Agus memastikan pemangkasan anggaran dilakukan secara terukur. Pemerintah telah melakukan evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan efektivitas program, tingkat urgensi kebutuhan masyarakat, serta kemampuan keuangan daerah.

“Keputusan ini sudah melalui kajian dan perhitungan yang matang,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para ketua RT agar memahami bahwa penurunan anggaran ini bersifat situasional dan sangat bergantung pada kondisi pendapatan daerah. Pemerintah, kata Agus, tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan publik serta mengoptimalkan anggaran yang tersedia.

“Yang terpenting, setiap rupiah tetap kami maksimalkan agar manfaatnya dirasakan warga. Penyesuaian ini bukan berarti perhatian pemerintah berkurang, tetapi bagian dari upaya agar program lain tidak terganggu,” jelasnya.

Pemkot Bontang akan terus memantau dinamika pendapatan daerah. Jika kondisi fiskal membaik, bukan tidak mungkin alokasi dana stimulan RT kembali diperkuat pada tahun-tahun berikutnya. (*)