BeritaBontangKaltim

Disnaker Bontang Siapkan Aplikasi Pemetaan Kompetensi Pencari Kerja

×

Disnaker Bontang Siapkan Aplikasi Pemetaan Kompetensi Pencari Kerja

Sebarkan artikel ini
Kepala Disnaker Bontang, Asdar Ibrahim

NEWSROOM.CO.ID, BONTANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang tengah menyiapkan terobosan digital untuk meningkatkan efektivitas layanan ketenagakerjaan. Sebuah aplikasi baru dirancang khusus untuk memetakan kompetensi pencari kerja secara lebih rinci, personal, dan terintegrasi.

Melalui aplikasi tersebut, setiap pencari kerja akan memiliki profil digital yang memuat berbagai informasi penting. Mulai dari riwayat pelatihan, minat pekerjaan, hingga kemampuan teknis yang perlu ditingkatkan.

Kepala Disnaker Bontang, Asdar Ibrahim, menyebut inovasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan akurasi penyusunan program pelatihan kerja.

“Misalkan pencaker A butuh pelatihan komputer, pencaker B pelatihan las. Semua nanti terlihat jelas di aplikasi,” ujar Asdar, Senin (24/11/2025).

Selama ini, program pelatihan ketenagakerjaan kerap disusun berdasarkan ketersediaan anggaran atau gambaran umum kebutuhan industri. Pola tersebut membuat pelatihan yang digelar belum sepenuhnya menjawab kebutuhan riil pencari kerja.

Dengan hadirnya aplikasi pemetaan kompetensi ini, Disnaker berharap dapat membaca kebutuhan masyarakat secara lebih presisi. Program pelatihan pun dapat dirancang secara spesifik dan adaptif sesuai potensi serta permintaan pasar kerja.

“Pelatihan tidak lagi bersifat generik. Harus benar-benar sesuai dengan potensi pencari kerja dan kebutuhan dunia usaha,” jelasnya.

Meski demikian, Asdar menegaskan keberhasilan sistem ini tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran aktif pencari kerja menjadi kunci utama, terutama dalam memperbarui data diri secara berkala, termasuk perpanjangan kartu kuning di Disnaker.

Jika data tidak diperbarui, lanjutnya, pemetaan kebutuhan pelatihan akan menjadi tidak akurat.

“Disnaker siap mendukung, tapi pencaker juga harus proaktif,” tegasnya.

Aplikasi ini menjadi bagian dari roadmap digitalisasi layanan ketenagakerjaan Disnaker Bontang hingga 2026. Ke depan, seluruh data pencari kerja juga ditargetkan terhubung dengan sistem perlindungan pekerja rentan.

Asdar berharap pemanfaatan teknologi ini mampu menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang lebih modern, responsif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin pelayanan ketenagakerjaan benar-benar memberi manfaat langsung bagi warga Bontang,” pungkasnya. (*)