BeritaBontangHeadlineKaltim

134 Siswa SD IT YABIS Bontang Ikuti Khatmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi

×

134 Siswa SD IT YABIS Bontang Ikuti Khatmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi

Sebarkan artikel ini
Pj Sekda Bontang, Akhmad Suharto. (Rhae/Newsroom.co.id)

Newsroom.co.id, Bontang – Sebanyak 134 siswa SD IT YABIS Bontang mengikuti kegiatan Khatmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi Angkatan ke-13 yang digelar pada Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menguji kemampuan siswa dalam membaca, menghafal, hingga memahami Al-Qur’an di hadapan orang tua dan para pemangku kepentingan.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bontang, Ahkmad Suharto, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan Khatmul Qur’an bukan hanya seremoni, melainkan bagian dari proses panjang pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.

“Berada di tengah-tengah generasi pecinta Al-Qur’an memberikan rasa haru dan kebanggaan. Ini bukan sekadar capaian akademik, tetapi bukti ketekunan, kesabaran, dan proses pembelajaran yang luar biasa,” ujarnya.

Dalam laporan kegiatan, disebutkan dari total 134 peserta yang mengikuti imtihan, terdiri dari 64 siswa kategori tartil, 59 siswa tahfidz, dan 11 siswa turjuman atau pemahaman. Mereka sebelumnya telah melalui tahapan ujian tertutup (munaqosah) sebelum tampil dalam uji publik.

Kepala Sekolah SD IT YABIS Bontang, Syahnan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban sekolah terhadap proses pembelajaran Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa capaian siswa tidak lepas dari sinergi antara sekolah dan orang tua.

“Pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga didukung penuh oleh orang tua di rumah. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan anak-anak,” jelasnya.

Ia juga menyebut, sebenarnya terdapat 230 siswa yang telah lulus munaqosah. Namun, hanya sebagian yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut karena keterbatasan tempat.

Sementara itu, Pj Sekda Bontang menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam mendukung pendidikan berbasis karakter. Program pendidikan seperti yang diterapkan di SD IT YABIS dinilai sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul.

Pemkot Bontang, lanjutnya, terus mengupayakan pemerataan akses pendidikan melalui berbagai program, seperti penyediaan seragam dan perlengkapan sekolah gratis. Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan melalui insentif bagi sekitar 2.000 mubalig dan guru ngaji sebesar Rp2 juta per bulan.

“Meskipun kondisi keuangan daerah mengalami penyesuaian, komitmen untuk mendukung pendidikan, termasuk insentif guru agama, tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan kepada para siswa agar tidak menjadikan khatam sebagai akhir dari perjalanan belajar Al-Qur’an. Menurutnya, momen ini justru menjadi langkah awal untuk semakin mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Hormati orang tua, patuh kepada guru, dan jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” pesannya.

Kegiatan ini turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, hingga organisasi keagamaan dan pihak sponsor. Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat terus menjadi agenda rutin dalam membentuk generasi Qur’ani di Kota Bontang. (Adv/Rhae)